Tasikmalaya – Di era informasi digital yang cepat, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikdasmen) melalui Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), bersama Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, mendorong inovasi komunikasi sekolah lewat gerakan Humas Muda. Program ini tidak hanya mengasah keterampilan publikasi dan media sosial, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa setiap siswa bisa menjadi agen budaya digital yang menyebarkan nilai, etika, dan semangat positif.
Hal ini disampaikan dalam Lokakarya bertema “Peran Humas Muda sebagai Agen Budaya Digital Positif untuk Pendidikan Bermutu dan Berkarakter” di Tasikmalaya, yang diikuti oleh sekitar 200 peserta, meliputi murid, guru, dan orang tua dari berbagai sekolah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala Biro BKHM, Anang, menegaskan bahwa humas muda bukan sekadar pengelola media sosial sekolah, melainkan teladan bagi teman sebaya, penghubung antara sekolah dan masyarakat, serta penjaga etika digital. “Peran ini menuntut generasi muda memiliki keterampilan teknis, karakter yang kuat, dan pemahaman tanggung jawab di dunia maya,” ujarnya saat membuka lokakarya, Minggu (19/10).
Anang juga mengingatkan pentingnya Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, aktif bermasyarakat, dan tidur tepat waktu, sebagai fondasi pembentukan karakter siswa. Ia menekankan agar siswa berhati-hati dalam bermedia sosial, karena satu klik yang tidak bijak bisa berdampak serius bagi diri sendiri maupun orang lain.
Lokakarya ini merupakan kelanjutan sosialisasi Humas Muda sebelumnya di Garut, sekaligus menjadi ajang pembekalan bagi siswa untuk menjadi agen literasi digital beretika di lingkungan pendidikan. Anang menekankan bahwa di era keterbukaan informasi, generasi muda harus dibekali kemampuan komunikasi santun dan berkarakter agar menjadi teladan di ruang digital.
Ferdiansyah menambahkan bahwa literasi digital penting dalam membangun karakter bangsa di tengah derasnya arus teknologi. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana meningkatkan mutu pendidikan sekaligus membentuk generasi yang berintegritas.
Data Badan Pusat Statistik 2024 menunjukkan komitmen pendidikan di Tasikmalaya cukup tinggi. Kota Tasikmalaya mencatat rata-rata lama sekolah 9,63 tahun dengan harapan 13,50 tahun, sementara Kabupaten Tasikmalaya mencatat rata-rata 7,97 tahun dengan harapan 12,64 tahun, di atas rata-rata nasional. Kondisi ini menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi digital cerdas dan berkarakter.
Ferdiansyah menjelaskan lima peran utama Humas Muda: penyebar informasi positif dan edukatif, agen reputasi digital sekolah, fasilitator literasi digital, penjaga nilai budaya dan karakter, serta penghubung sekolah dengan masyarakat dan orang tua.
Kegiatan ini juga menghadirkan perwakilan Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Puput Mutiara, serta Duta SMA 2025 Kategori Informatif, Tazanna Neisha Batuwael, yang berbagi praktik bijak bermedia sosial dan strategi menyebarkan konten positif.
Antusiasme peserta terlihat jelas. Erlangga Langit Ramadhan, siswa SMA Negeri 6 Tasikmalaya, mengatakan, “Saya belajar bagaimana menggunakan media sosial untuk hal positif dan membangun personal branding yang baik.” Sementara guru SMP Negeri 3 Tasikmalaya, Tanti Damayanti, menilai lokakarya ini memberi bekal bagi siswa dan guru untuk menanamkan etika digital secara konsisten.

















