banner 728x250
Berita  

Stabil di Tengah Gejolak Dunia, Ekonomi Indonesia Catat Kinerja Positif di Bawah Kepemimpinan Prabowo

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan capaian positif perekonomian Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10/2025). Dalam arahannya, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

“Situasi geopolitik dan geoekonomi dunia saat ini penuh ketidakpastian, memengaruhi rantai pasok berbagai komoditas strategis seperti energi dan pangan. Namun, Alhamdulillah, Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat di kisaran 5 persen salah satu yang tertinggi di dunia,” ujar Presiden.

banner 325x300

Kepala Negara juga menyoroti kinerja fiskal pemerintah yang dinilai solid, dengan defisit APBN tetap terkendali di bawah 3 persen terhadap PDB serta inflasi yang terjaga di sekitar 2 persen terendah di antara negara-negara G20. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan pasar.

“Ini bukan capaian yang kecil. Banyak negara industri maju yang justru menghadapi inflasi tinggi. Kita berhasil menjaga stabilitas sekaligus mempertahankan kepercayaan pelaku ekonomi,” kata Prabowo.

Presiden juga menyoroti perkembangan positif pasar modal nasional, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah di level 8.000 poin. Menurutnya, hal ini menunjukkan keyakinan investor terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia.

“Fundamental ekonomi yang kokoh adalah kunci. Tiga hal mendasar yang harus kita jaga ialah kemandirian pangan, energi, dan air. Bila kita fokus dan memastikan kebijakan yang tepat, Indonesia akan semakin tangguh,” tuturnya.

Selain itu, Presiden Prabowo turut menyoroti peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan nasional turun menjadi 8,47 persen terendah sepanjang sejarah dan tingkat pengangguran terbuka juga menurun ke angka 4,76 persen, yang merupakan posisi terendah sejak krisis 1998.

“Meski angka tersebut menggembirakan, kita tidak boleh berpuas diri. Sebab 4,76 persen dari 287 juta penduduk tetap berarti jutaan orang yang membutuhkan pekerjaan. Kita harus terus bekerja keras membuka lapangan kerja baru,” tegas Presiden.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *